Senin, 12 Maret 2012

Manfaat Ilmu


Sesungguhnya ilmu itu akan mengangkat derajat pemiliknya di dunia dan akherat. Bukan krn kekuasaan harta dan bukan pula selainnya. Dan ilmu juga itu menambah kemuliaan bahkan bisa mengangkat derajat seorang hamba sahaya menjadi mulia.Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn takdir dan hikmah-Nya telah menciptakan dunia dan seisinya ini sebagai tempat persinggahan sementara bagi manusia. Agar mereka mampir sebentar utk mengambil perbekalan ilmu dan amal menuju kebahagiaan akhirat yg kekal abadi. Oleh krn itu tidaklah Allah menyediakan bumi beserta fasilitas yg lengkap ini melainkan sebagai sarana penunjang ibadah. Begitu pula Allah menciptakan manusia sebagai khalifah dgn tujuan utk memakmurkan bumi ini dgn peribadatan hanya kepada-Nya semata.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi . Mereka berkata : Mengapa Engkau hendak menjadikan kholifah di muka bumi itu orang yg akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah padahal kami senantiasa bertasbih dgn memuji Engkau dan mensucikan engkau? Tuhan berfirman : Sesungguhnya Aku mengetahui apa yg kamu tidak ketahui. Peristiwa diciptakannya manusia merupakan peristiwa besar dan memuat hikmah yg sangat agung. Di dalam ayat tersebut terkandung padanya beberapa faedah ilmu.Pertama Bahwasanya Allah Ta’ala menolak pernyataan para malaikat : Bagaimana Dia menjadikan manusia di muka bumi padahal kami lbh taat dibandingkan mereka? Maka Allah menjawab Sesungguhnya Aku lbh mengetahui apa-apa yg kalian tidak ketahui. Allah menjawab pertanyaan mereka bahwasanya Dia lbh mengetahui inti permasalahan dan hakekat . Dan Dia maha Mengetahui lagi maha Bijaksana. Sesungguhnya jelas bagi Allah bahwa khalifah yg diciptakanNya adl dari kalangan makhluk yg baik para rasul para nabi hamba-hamba-Nya yg sholeh orang-¬orang yg mati syahid orang-orang yang jujur ulama serta generasi orang yg memiliki ilmu dan iman yg lbh baik dari para malaikat.Begitu pula jelas bagi Allah bahwa iblis adl makhluk yg paling jelek di alam ini.Sehingga Allah mengusirnya dari syurga. Sedangkan para malaikat tidak memiliki pengetahuan tentang perkara tersebut {yaitu tentang penciptaan dan menetapnya nabi Adam di muka bumi dengan keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala}.Kedua sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin menampakkan keutamaan Adam akan ilmu dan membedakan dgn mereka dgn ilmu maka Allah mengajarkannya seluruh nama-nama. Allah bertanya kepada para malaikat : Kabarkan kepadaku nama-nama mereka jika kalian memang benar . Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa mereka mengatakan : Tidaklah Allah menciptakan seorang makhluk pun yg lebih mulia daripada kami. Mereka menyangka bahwasanya mereka lbh baik dan utama dibandingkan kholifah yg Allah jadikan di muka bumi. Tatkala Allah menguji mereka dgn ilmu yg diajarkan terhadap kholifah ini maka mereka mengakui kelemahan terhadap apa-apa yang mereka tidak ketahui mereka mengatakan : Maha Suci Engkau tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yg Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana . .Maka ketika itu nampaklah dihadapan mereka keutamaan nabi Adam dgn kekhususan berupa ilmu.Ketiga bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala tatkala memberitahukan kepada para malaikat tentang keutamaan nabi Adam berupa ilmu dan lemahnya mereka utk mengetahui apa yg diajarkan-Nya maka Allah berfirman kepada mereka : Bukankah Aku telah mengatakan kepada kalian sesungguhnya Aku Maha Mengetahui rahasia langit dan bumi dan Aku mengetahui yg kalian tampakkan dan yg kalian sembunyikan . .Kemudian Allah mengajarkan mereka tentang ilmu. Ilmu Allah meliputi segala yg nampak maupun yg tersembunyi serta rahasia di langit dan di bumi. Allah mengenalkan kepada mereka tentang sifat ilmu dan keutamaan nabi-NyaKeempat Bahwasanya Allah menganugerahkan pada diri Adam berupa sifat-sifat sempurna yg lebih utama dari makhluk selainnya. Allah hendak menampakkan kepada para malaikat tentang keutamaan dan kemuliaan Adam. Sehingga jelaslah bagi malaikat tentang kelebihan nabi Adam dari segi ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu sangat mulia di sisi manusia. {AI Ilmu Syarfuhu wa fadluhu 30-¬32}Sesungguhnya ilmu itu akan mengangkat derajat pemiliknya di dunia dan akherat. Bukan krn kekuasaan harta dan bukan pula selainnya. Dan ilmu juga itu menambah kemuliaan bahkan bisa mengangkat derajat seorang hamba sahaya menjadi mulia. Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shohih Muslim dari hadits Zuhri dari Abi Tufail bahwasanya Nafi’ ibnu Abdil Harits mendatangi Umar ibnul Khoththob di ‘Usfan yg mana Umar mengangkatnya untuk penduduk Mekkah- Maka berkata umar : Siapa yg engkau angkat menjadi bupati di negeri ini? dia menjawab : Aku telah mengangkat Ibnu Abza utk mereka. Lantas Umar berkata Siapa Ibnu Abza? Kemudian dijawab : Dia adl seorang budak. Umar berkata : engkau mengangkat seorang budak? Dijawab : Karena dia seorang yg ahli membaca Al Qur’an dan ‘alim dalam ilmu waris. Maka Umar berkata: Ketahuilah sesungguhnya Nabi kalian Shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda : Sesungguhnya Allah akan mengangkat dengan Kitab ini sekelompok kaum dan merendahkan yg selainnya. Berkata Al Hasan ibnu Ali kepada anaknya dan saudaranya : Pelajarilah ilmu krn bisa jadi kalian adl kaum yg kecil namun besok kalian akan menjadi pembesar kaum. Maka barang siapa yg tidak menghafal hendaklah dia menulis. {Al Madkhal ila As Sunan Al Kubro .Berkata Urwah bin Az Zubair kepada anaknya : Mari belajarlah ilmu kepadaku. Karena sesungguhnya bisa jadi kalian menjadi pemimpin suatu kaum. Dulu aku adl seorang yg kecil dan tidak seorangpun yg memandangku. Tatkala aku beranjak dewasa maka orang-orang mulai bertanya kepadaku. Dan tidak ada sesuatu yg paling berat bagi seseorang ketika ditanya tentang perkara agamanya melainkan dia dalam keadaan bodoh . .Diriwayatkan dar Lukman bahwa dia berkata kepada anaknya : Wahai anakku duduklah bersama para ulama dan dekatilah mereka dgn kedua lututmu .

Sesungguhnya Allah akan menghidupkan hati dgn hikmah sebagaimana menghidupkan bumi yg kering dgn siraman hujan. Berkata Sufyan AtsTsaury : Barangsiapa yg menginginkan dunia dan akherat maka hendaklah dia menuntut ilmu. An Nadhor bin Syumail berkata : Barangsiapa yg menginginkan kemuliaan di dunia dan Akherat hendaklah dia pelajari ilmu. Cukuplah bagi seseorang sebuah kebahagiaan tatkala dipercaya tentang perkara agama Allah dan menjadi antara Allah dan Hamba-Nya. Sufyan bin Uyainah mengatakan : Manusia yg paling tinggi kedudukannya disisi Allah adl orang yg menjadi antara Allah dan hamba-Nya. Mereka itu adl para nabi dan ulama.Masih banyak lagi perkataan para ulama yg menerangkan bahwa ilmu akan meninggikan derajat orang-orang yg menempuh jalan utk menimbanya. Namun sebaliknya bagi orang¬orang yg meremehkan ilmu maka Allah akan merendahkan kedudukannya di dunia dan akherat. Sesungguhnya orang yg merasakan tetesan ilmu maka dia telah menggapai kebahagiaan yg hakiki. Karena ilmu merupakan anugerah yg sangat utama dan mulia.

Barangsiapa yg luput dari merasakan lezatnya ilmu maka tidak akan bermanfaat apa yg diperoleh dari selainnya. Bahkan hal tersebut bisa menggiring seseorang kepada kebinasaan dan kehinaan.Seseorang yg menimba ilmu agama Allah bagaikan seorang nahkoda yg berlayar dgn bahtera menuju pulau abadi. Dalam menempuh perjalanannya mau tidak mau harus berhadapan dengan berbagai rintangan yg menghadang apakah berupa angin yg bergemuruh ataukah ombak yg menggulung tinggi sehingga bisa menghempaskan bahtera dgn dahsyat. Namun seiring dgn itu sangnahkoda adl seorang yg bermental baja dan telah membekali dirinya dgn ilmu Sehingga dia menghadapi berbagai rintangan itu dgn sabar dan hati yg tegar tidak tergoyahkan sedikitpun walaupun ombak menerjang. Akan tetapi keinginannya tidak pemah pupus utk melanjutkan perjalanan menuju pulau abadi tersebut. Demikianlah bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akherat maka hendaklah dia berlayardengan bahtera ilmu.Diriwayatkan dari Al Imam Ahmad clan Tirmidzi dari hadits Abu Kabsyah Al Annamaari dia berkata :Telah bersabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : Sesungguhnya di dunia ini terdapat empat golongan : seorang hamba yg Allah memberikan harta dan ilmu kepadanya. Sedangkan dia takut kepada Allah dalam harta tersebut sehingga dia menyambung tali silaturahmi dan dia mengetahui kewajibannya terhadap harta tersebut. Maka orang seperti ini memperoleh kedudukan yg sangat mulia di sisi Allah. seorang yg diberi ilmu dan tidak memiliki harta sedangkan dia mengatakan : Seandainya aku memiliki harta maka aku akan beramal seperti amalannya fulan walaupun dia hanya berniat saja maka kedua-duanya memperoleh pahala yg sama. Seorang yg diberi harta dan tidak diberi ilmu maka dia bakhil dalam hartanya dan dia tidak takut kepada Rabbnya tidak menyambung tali silaturahmi serta tidak menjalankan kewajibannya terhadap harta tersebut. Maka orang ini kedudukannya lbh hina di sisi Allah. Seseorang yg tidakdiberi harta dan tidak pula memperoleh ilmu kemudian mengatakan : Kalau aku punya harta maka aku akan beramal seperti amalan fulan .

Walaupun hanya dgn niat maka kedua-duanya memperoleh dosa yg sama. {Hadits Shohih dishohihkan oleh At-Tirmidzi Al Hakim dan selainnya}.Dalam Hadits diatas Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menyebutkan orang-orang yg bahagia dalam dua kategori dan menjadikan ilmu dan amal - dgn berbagai kewajibannya- sebagai sebab diperolehnya kebahagiaan. Sedangkan orang-orang yg celaka beliau bagi dalam dua kategori dan menjadikan kebodohan dan pengaruhnya sebagai sebab kebinasaan.Dalam Shohih Muslim diriwayatkan dari Abi Hurairoh radliyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda : Jika seorang anak Adam wafat maka terputus amalannya kecuali tiga perkara ; shodaqoh jariyah ilmu yg bermanfaat dan anak sholeh yg mendo’akan orang tuanya. Hadits diatas menunjukkan tentang keutamaan dan kemuliaan ilmu serta besarnya pahala yg akan diraih dgn ilmu tersebut. Karena pahalanya tetap akan mengalir kepada orang yg wafat selama dia masih memperoleh manfaat dengannya. Maka seolah-olah dia masih tetap hidup dan belum terputus amalannya walaupun nyawa tidak lagi dikandung badan. Oleh krn itu seorang berilmu yg berdakwah dan menyebarkan kebaikan jiwanya akan tetap hidup walaupun dia wafat. Amal kebajikan seorang yg berilmu ini akan selalu diingat oleh orang banyak dan jejaknya akan dijadikan panutan bagi orang-orang yg masih hidup.Oleh krn kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yg mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat serta menganugerahkan kepada kita ilmu yg bermanfaat dan memalingkan dari kebodohan diri-diri kita.
Wallahul Muwaffiq ila sabilish Showab.

Sumber : Buletin Dakwah Al Jihad Samarinda Edisi I/Th.I/2002 17 Rabiul Tsani 1423H
sumber : file chm Darus Salaf 2 Al Ustadz Abdul Aziz

Tidak ada komentar: